" Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada jalan yang benar) " (Q.S. Ar-Rum : 41)
menu  

Pemanasan dan Pendinginan Global > Efek Rumah Kaca 2

<previous

Sejak revolusi industri, aktivitas manusia menyebabkan kenaikan konsentrasi gas rumah kaca sampai pada tingkat yang tidak diharapkan. Kelimpahan yang paling besar adalah karbon dioksida (CO2) yang mencapai 64% dari seluruh gas rumah kaca di atmosfer. Sedangkan sisanya (36%) merupakan gabungan beberapa gas. Sebelum revolusi industri, kadar CO2 di atmosfer masih relatif rendah, yaitu 280 ppm pada 1860. Dengan semakin banyak pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, kadar CO2 meningkat hingga 379 ppm pada 2005. Lamanya karbon dioksida berada di atmosfer diperkirakan selama 100 tahun lebih sebelum alam dapat menyerapnya kembali. Jika emisi gas rumah kaca terus meningkat, diperkirakan suhu dibumi hingga tiga kali lipat pada awal abad ke-22, akibatnya akan terjadi perubahan iklim secara ekstrim dan manusia pun akan mengalami sebuah resiko yang besar.

Apa Saja yang termasuk Gas Rumah Kaca ?

1. Uap Air

Uap air adalah gas rumah kaca yang timbul secara alami dan bertanggungjawab terhadap sebagian besar dari efek rumah kaca. Konsentrasi uap air berfluktuasi secara regional, dan aktifitas manusia tidak secara langsung mempengaruhi konsentrasi uap air kecuali pada skala lokal. Dalam model iklim, meningkatnya temperatur atmosfer yang disebabkan efek rumah kaca akibat gas-gas antropogenik akan menyebabkan meningkatnya kandungan uap air ditroposfer, dengan kelembapan relatif yang agak konstan. Meningkatnya konsentrasi uap air mengakibatkan meningkatnya efek rumah kaca; yang mengakibatkan meningkatnya temperatur; dan kembali semakin meningkatkan jumlah uap air di atmosfer. Keadaan ini terus berkelanjutan sampai mencapai titik ekuilibrium (kesetimbangan). Oleh karena itu, uap air berperan sebagai umpan balik positif terhadap aksi yang dilakukan manusia yang melepaskan gas-gas rumah kaca seperti CO2. Perubahan dalam jumlah uap air di udara juga berakibat secara tidak langsung melalui terbentuknya awan.

2. Karbondioksida
Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan menghasilkan listrik. Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk perluasan lahan pertanian.
Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi karbondioksida di atmosfer, aktifitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya. Pada tahun 1750, terdapat 281 molekul karbondioksida pada satu juta molekul udara (281 ppm). Pada Januari 2007, konsentrasi karbondioksida telah mencapai 383 ppm (peningkatan 36 persen). Jika prediksi saat ini benar, pada tahun 2100, karbondioksida akan mencapai konsentrasi 540 hingga 970 ppm. Estimasi yang lebih tinggi malah memperkirakan bahwa konsentrasinya akan meningkat tiga kali lipat bila dibandingkan masa sebelum revolusi industri.

 

ke halaman utama      
ke penjelasan      
ke damapak    
Anda Pengunjung ke-
JAM
 
KOMENTAR

ShoutMix chat widget

ke pencegahan  
ke pemda  
tentang aku  
galeri  
   
Kalender
 
Free Blog Content

 
   

Pojok Pengetahuan

 

_Pohon Pernikahan_
Di Sulawesi Utara pasangan yang baru menikah diwajibkan untuk menanam satu pohon.

_Komputer dan Global Warming_
Lupa mematikan komputer saat tidak
digunakan adalah sebuah pemborosan yang sangat besar
dan mengancam kehidupan di atas bumi yang kita tinggali
saat ini. Satu barrel minyak (setara dengan 42 gallon)
mampu memproduksi daya  listrik sekitar 556 KWh

_Polusi Udara_
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun sekitar 3 juta orang meninggal karena polusi udara (sekitar 5% dari 55 juta orang yang meninggal setiap tahun di dunia)

_Kota Kotor_
 China, India, dan Rusia merupakan negara yang menduduki enam dari total 10 peringkat kawasan terpolusi di dunia, menurut lembaga pemantau lingkungan hidup Blacksmith Institute pada pertengahan September 2007.
Pittsburgh merupakan kota terburuk kondisi udaranya.

_Kota beracun_
Ukraina, Zambia, Peru, Azarbaijan, Kenya, Argentina, Bangladesh, Meksiko, dan Filipina merupakan kawasan yang sangat beracun dan berbahaya buat kesehatan manusia.

_Pencairan Es_
Benua Antartika mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia. Jika dicairkan, seluruh es Antartika cukup untuk memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum di seluruh dunia.

_Kutub Utara dan Kutub Selatan_
Hanya di Arktik saja beruang kutub bisa ditemukan secara alami. Mungkin ini juga alasan paling kuat mengapa penguin yang hanya ditemukan di kutub selatan tidak pernah menggunakan sayapnya untuk terbang. Hidup di wilayah kekuasaan masing-masing, penguin dan beruang kutub sama-sama makan ikan dan menempati puncak rantai makanan.

Benua Antartika jauh lebih dingin daripada Arktik sehingga bahkan terdapat lapisan es di sana yang tidak pernah meleleh sepanjang sejarah. Temperatur rata-ratanya -49 derajat Celcius. Suhu terdingin pernah tercatat pada 21 Juli 1983 sebesar -89,6 derajat Celcius di Stasiun Vostok, dekat kutub geomagnetik selatan. Sementara Arktik memiliki temperatur rata-rata lebih tinggi sekitar -34 derajat Celcius.

 
   
   
Web ini dibuat bulan November 2008 _HKH_
tampilan terbaik menggunakan Firefox.