" Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kepada jalan yang benar) " (Q.S. Ar-Rum : 41)
menu  

Pemanasan dan Pendinginan Global > Pendinginan Global

<previous

PENDINGINAN GLOBAL
Sampai tahun 2000 atmosfer bumi mengandung sekitar 370 ppm CO2 berdasarkan volume. Jumlah ini jauh lebih banyak dibandingkan dengan angka 285 ppm pada tahun 1850, ini menunjukkan bahwa konsentrasi CO2 terus meningkat di atmosfer.

Beberapa pihak ada yang berpendapat bahwa meningkatnya jumlah gas rumah kaca di atmosfer adalah salah satu gejala akan terjadinya pendinginan global salah satunya adalah Jhon Martin seorang yang memperkenalkan hipotesis tentang besi (The Iron Hypothesis) pada tahun 1989. Dalam hipotesisnya, dia mengajukan pendapat, besi dapat berperan dalam proses pendinginan global. Tetapi, belum sempat dibuktikan kebenaran teorinya tersebut, dia telah lebih dahulu meninggal dunia pada 1993 karena kanker prostat yang dideritanya.

Ada beberapa kenyataan yang mendukung pernyataan pendinginan global. Pertama, pada banyak kawasan di beberapa tempat di muka bumi masih terdapat daerah yang suhu udaranya berada di bawah 0 derajat Celcius. Di Indonesia, seperti tahun 2005, yang seharusnya kering dan panas pada musim kemarau, malah terjadi hujan. Bahkan, tahun 2005 dapat dikatakan musim hujan sepanjang tahun. Dua kondisi ini dapat menjadi sangkalan terhadap pernyataan bahwa telah terjadi pemanasan global pada saat ini, padahal Indikasi terjadinya pemanasan global adalah kenaikan suhu yang ekstrem daripada sebelumnya.

Kedua, kalau kita merujuk data yang dikeluarkan Carbondioxide Information Analysis Centre (CDIAC), salah satu pusat penelitian milik Departemen Energi Amerika Serikat, menunjukkan beberapa hal bahwa perubahan suhu terhadap kondisi saat ini bersifat fluktuatif naik-turun dari masa ke masa. Perubahan suhu tersebut membuat suatu pola siklus. Jika dianalisis menunjukkan periode waktu keberulangan sekitar 100.000 tahun. Mungkin saja suhu yang naik seperti yang terjadi sekarang ini sebenarnya bukan pemanasan global, tetapi suhu yang sedang berada di puncak dan selanjutnya akan turun kembali mengikuti pola siklus perubahan suhu.

Ketiga, kondisi di atmosfer, yakni selain terdapat golongan gas rumah kaca yang memanaskan bumi, juga terdapat golongan yang berlawanan sifatnya dengan gas rumah kaca yaitu aerosol. Aerosol bersifat mendinginkan atmosfer. Aerosol adalah partikel halus berukuran 0,001 μm-10 μm yang berasal dari pecahan benda-benda padat di bumi. Sumber aerosol dan komposisinya secara global antara lain: debu sebagai hasil dari embusan angin 20 persen; garam dari air laut yang terpercik bersamaan gelombang laut 40 persen; abu sebagai hasil dari kebakaran hutan 10 persen; dan sisanya berasal dari partikel asap sebagai hasil kegiatan industri 5 persen. Komposisi dan sumber aerosol tersebut menunjukkan, laut sebagai penyumbang aerosol terbesar jika dibandingkan dengan sumber aerosol yang lain. Dan laut menempati 2/3 dari wilayah bumi yang kita huni ini. Laut juga penyerap emisi CO2 terbesar.


Sumber : Harian Pikiran Rakyat oleh Lilik Slamet S (Peneliti Aplikasi Klimatologi dan Lingkungan, Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Bandung.

 

ke halaman utama    
ke penjelasan    
ke damapak  
Anda Pengunjung ke-
JAM
 
KOMENTAR

ShoutMix chat widget

ke pencegahan  
ke pemda  
tentang aku  
galeri  
   
Kalender
 
Free Blog Content

 
   

Pojok Pengetahuan

 

_Pohon Pernikahan_
Di Sulawesi Utara pasangan yang baru menikah diwajibkan untuk menanam satu pohon.

_Komputer dan Global Warming_
Lupa mematikan komputer saat tidak
digunakan adalah sebuah pemborosan yang sangat besar
dan mengancam kehidupan di atas bumi yang kita tinggali
saat ini? Satu barrel minyak (setara dengan 42 gallon)
mampu memproduksi daya  listrik sekitar 556 KWh

_Polusi Udara_
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun sekitar 3 juta orang meninggal karena polusi udara (sekitar 5% dari 55 juta orang yang meninggal setiap tahun di dunia)

_Kota Kotor_
 China, India, dan Rusia merupakan negara yang menduduki enam dari total 10 peringkat kawasan terpolusi di dunia, menurut lembaga pemantau lingkungan hidup Blacksmith Institute pada pertengahan September 2007.
Pittsburgh merupakan kota terburuk kondisi udaranya.

_Kota beracun_
Ukraina, Zambia, Peru, Azarbaijan, Kenya, Argentina, Bangladesh, Meksiko, dan Filipina merupakan kawasan yang sangat beracun dan berbahaya buat kesehatan manusia.

_Pencairan Es_
Benua Antartika mengandung hampir 90 persen es di seluruh dunia. Jika dicairkan, seluruh es Antartika cukup untuk memenuhi tiga perempat kebutuhan air minum di seluruh dunia.

_Kutub Utara dan Kutub Selatan_
Hanya di Arktik saja beruang kutub bisa ditemukan secara alami. Mungkin ini juga alasan paling kuat mengapa penguin yang hanya ditemukan di kutub selatan tidak pernah menggunakan sayapnya untuk terbang. Hidup di wilayah kekuasaan masing-masing, penguin dan beruang kutub sama-sama makan ikan dan menempati puncak rantai makanan.

Benua Antartika jauh lebih dingin daripada Arktik sehingga bahkan terdapat lapisan es di sana yang tidak pernah meleleh sepanjang sejarah. Temperatur rata-ratanya -49 derajat Celcius. Suhu terdingin pernah tercatat pada 21 Juli 1983 sebesar -89,6 derajat Celcius di Stasiun Vostok, dekat kutub geomagnetik selatan. Sementara Arktik memiliki temperatur rata-rata lebih tinggi sekitar -34 derajat Celcius.

 
       
Web ini dibuat bulan November 2008 _HKH_
tampilan terbaik menggunakan Firefox.